Hujan

Panas sudah berhari-hari, meksipun sudah berusaha mendekatkan diri pada sumber air yang ada, tetap saja tidak dapat mengusir panas yang membakar dari dalam

Panas sudah menciptakan keterbatasan, lapisan demi lapisan

Panas pun memperburuk bagaimana bernafas, menjadikannya sangat panas dan semakin membara

Lalu, kamar-kamar yang rapat dan tidak berangin,

Selesai sudah!

Tapi kemudian, gundur bersahut-sahutan

Hujan pun datang tanpa pemberitahuan

Tidak ada yang tahu mengapa, tidak ada yang memberi jawaban

Semua hanya menikmati hujan, merasakannya masuk ke sela-sela kekosongan dan kekeringan

Semua membiarkan hujan bekerja, mendinginkan, menyejukkan dan menghapus jejak-jejak tak karuan

Sampai di sini, banyak yang berkata, “Hanya hujan yang bisa”

Ya, hanya hujan yang bisa menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan akan kesucian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.