Ketidakteraturan

Aku mulai menjadi takut, jika itu yang kau khawatirkan.

Aku berlari, menyembunyikan diri dan menganggap bahwa rasa sakit ini tidak nampak dan tidak terasa.

Padahal aku berlari membawa beban rasa sakit, yang sangat ingin aku hilangkan sejak dahulu.

Lima tahun, dan saat ini sedang berjalan menuju enam tahun. Tapi, aku masih belum bisa lepas dari semua ini.

Aku menyalahkan Tuhan, dan jalan panjang yang harus aku tempuh. Ah, ini sudah sering aku lakukan. Tapi, Tuhan bersembunyi dalam diam-Nya dan aku disini telanjang dalam bising yang memekakkan telinga.

Apa yang bisa aku lakukan sampai saat ini? Aku bosan berhadapan dengan ketidakpastian dan ketidakteraturan! Aku bosan menyembunyikan diri dalam hening sepi tanpa ujung ini.

Aku bosan berlari, menghilang dan bersembunyi.

Ah Tuhan, aku tidak sekuat Engkau ketika memikul salib menuju Golgota. Aku tidak bisa hanya mengangkat salib dan menerima semua ini sambil berjalan dalam sunyiku, menentang riuh massa di jalan-jalan.

Aku hanya lelah, sangat lelah dengan semua ini, Tuhan.

Ketikdateraturan, ketidakpastian ini membunuhku tanpa sisa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.