Percakapan (7)

Aku terdorong untuk menggodamu lagi, entah mengapa rasanya menyenangkan melihat kau kesal dan gusar, setidaknya membayangkannya. Aku mengambil handphone dari dalam tas-ku dan mulai mengetik, lagi.

“Hi, Ronny”

“Ya, Ayu”

“Apakah tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku saat ini?”

Apakah kau membuka kesempatan bertanya sekarang?”

“Ya”

“Okay. Kenapa kau menghubungiku sekarang?”

“Entahlah, hanya ingin saja”

“Okay”

Percakapan kita menjadi seperti ini, menjadi semakin biasa dan mungkin tidak begitu menarik. Lambat laun aku memahami mengapa, aku memahami bahwa perasaan itu pun bisa saja pudar dan hilang.

Bisa saja pergi, bisa saja bertahan.

Tapi, mempertahankan perasaanmu seperti ini, entahlah.

Pada saat yang sama, aku pun berpikir, mungkin inilah mengapa ‘okay’ menjadi kata kunci banyak orang untuk menyetujui sesuatu yang Ia sendiri tidak paham ‘apa’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.