Kemerdekaan Pikiran

Penderitaan, rasa sakit, rasa tidak nyaman akan selalu ada.

Akan selalu ada selama manusia masih hidup, masih bernapas dan masih berinteraksi dengan dunia ini.

Akan selalu ada ketika pikiran manusia masih menganggap bahwa penderitaan, rasa sakit, rasa tidak nyaman sebagai bagian dari hidup yang harus disingkirkan.

Padahal, penderitaan, rasa sakit, rasa tidak nyaman adalah bagian dari kehidupan. Derajatnya sama seperti kebahagiaan, rasa lega, rasa nyaman.

Kemerdekaan pikiran, bukan berarti kebebasan dari penderitaan, rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Bukan pula artinya lepas dan tidak merasakan apa-apa lagi.

Kemerdekaan pikiran artinya adalah keadaan setelah mampu berhadapan dengan penderitaan, rasa sakit dan rasa tidak nyaman, tapi tetap tenang dan damai.

Kemerdekaan pikiran bukan berarti bersikap dingin terhadap segala penderitaan, rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Tapi, kemerdekaan pikiran adalah sikap untuk menerima penderitaan, rasa sakit dan rasa tidak nyaman dengan lapang dada, menyambutnya seperti menyambut kebahagiaan, rasa lega dan rasa nyaman.

Selanjutnya tidak terikat sama sekali dengan semua perasaan ini. Tidak juga mengikatkan diri dengan segala macam emosi dan perasaan.

Itulah kemerdekaan pikiran.

Satu pemikiran pada “Kemerdekaan Pikiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.